Eksotisme Kampung Adat Prai Ijing di Pulau Sumba

Matahari mulai condong ke barat saat kaki kami menapaki jalan menanjak menuju Kampung Prai Ijing di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (15/9/2025). Lelah pun terbayar oleh eksotisme kampung adat di Pulau Sumba itu.

Lebih dari 30 rumah adat berderet memanjang di kiri dan kanan jalan. Atapnya yang menjulang di bagian tengah menjadi keunikan sekaligus daya tarik rumah adat tersebut.

Rumah-rumah panggung ini berbahan kayu dan bambu. Atapnya menggunakan ilalang kering berwarna kecokelatan. Udara di dalamnya terasa sejuk. Dari balik jendela, warga melempar senyum hangatnya kepada pengunjung yang singgah.

Rimbun pepohonan mengepung kampung di perbukitan itu. Hamparan sawah yang mulai menguning terlihat di kejauhan. Peninggalan zaman megalitikum, seperti kubur batu dan menhir, memperkuat daya magisnya. Prai Ijing bukan sekadar kampung tua, tetapi bukti hubungan masa lalu dan masa kini masih terjaga dalam harmonisasi alam dan budaya.

Warga membawa beberapa ikat ilalang untuk memperbaiki atap rumah yang bocor di Kampung Prai Ijing di Desa Tebara, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (15/9/2025).

Ibu-ibu sibuk menenun di teras rumah. Sejumlah laki-laki memperbaiki atap rumah yang mulai bocor dimakan usia. Beberapa ikat ilalang disisipkan untuk menambal kebocorannya.

Anak-anak bermain riang. Beberapa di antara mereka membantu ibunya menggantungkan hasil tenun di jemuran depan rumah. Pengunjung yang datang tak hanya menawar harga, tetapi juga bertanya tentang motif di setiap tenunannya.

Tak perlu sungkan bertanya meskipun Anda tak jadi membeli. Sebab, Prai Ijing bukanlah pasar yang menitikberatkan jual-beli. Warga akan dengan senang hati bercerita tentang sejarah dan budaya Marapu yang diwariskan leluhur mereka.

Tempat ini tidak menawarkan hiruk-pikuk pariwisata. Namun, jika Anda memburu tenangnya menjalani kehidupan dalam laku budaya dan dekapan alam, kampung ini tak boleh dilewatkan saat datang ke Pulau Sumba.

Scroll to Top